Sunday, February 8, 2015

Prospek Investasi Perkebunan Karet Meningkat

Rabu, 15 Oktober 2014, 14:00 WIB


JAKARTA -- Sejumlah perusahaan nasional dan internasional tertarik untuk berinvestasi perkebunan karet di Tanah Air. Investasi tersebut didorong permintaan dunia atas produk karet yang terus meningkat.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kementerian Perdagangan Nus Nuzulia Ishak mengatakan, permintaan produk karet dunia meningkat seiring dengan peningkatan penjualan kendaraan bermotor dan otomotif di Cina dan India. Permintaan yang besar telah menarik perusahaan perkebunan Indonesia, seperti Astra Agro Niaga dan Sampoerna Agro, untuk mulai mencari lahan mengembangkan perkebunan karet.

Sejumlah perusahaan kolaborasi asing-nasional, kata dia, juga tengah membangun perkebunan karet di Kalimantan. Perkebunan tersebut untuk memenuhi kebutuhan bahan baku karet alam perusahaan ban merek Achilles.

Langkah itu diikuti produsen Petrokimia Indonesia, Chandra Asri Petrochemical, dan produsen ban asal Prancis, Compagnie Financiere Michelin. Mereka telah mengumumkan rencana untuk mengembangkan tanaman karet sintetis di Indonesia pada awal 2015.

"Material sintetis sangat penting untuk memproduksi ban ramah lingkungan yang nilai investasinya mencapai 435 juta dolar AS," ujarnya, di Jakarta, Selasa (14/10).

Menurut laporan dari Freedonia Group, permintaan dunia untuk ban diperkirakan meningkat sebesar 4,7 persen per tahun. Sementara, proyeksi produksi karet alam dunia diperkirakan mencapai 15,2 juta ton pada 2020.

Meski demikian, selama ini bahan baku karet dalam jumlah besar yang diekspor Indonesia belum diolah. Akibatnya, keuntungan nilai tambah atas komoditas karet hanya dinikmati negara lain. Dengan perkebunan karet mencapai 3,52 juta hektare, Indonesia merupakan negara yang memiliki kebun terluas. Indonesia sekaligus menjadi produsen karet terbesar kedua di dunia setelah Thailand.

Dengan kondisi tersebut, Dirjen PEN bersama Japan International Cooperation Agency melakukan kajian bertahap untuk mengetahui nilai tambah dari produk karet. "Kajian tersebut dilaksanakan untuk melihat kendala dan tantangan perdagangan ekspor karet," ujar Nus.

Kajian tersebut juga untuk meningkatkan nilai tambah produk karet di Indonesia. Dari kajian itu, ditargetkan produk karet dapat memperbesar pertumbuhan ekonomi masyarakat. "Dari nilai tambah karet ini saja bisa meningkatkan lapangan usaha dan pendapatan masyarakat, akhirnya akan bermuara pada kesejahteraan rakyat," katanya. 


N antara ed: nur aini
Sumber: http://www.republika.co.id/berita/koran/industri/14/10/15/ndh4s420-prospek-investasi-perkebunan-karet-meningkat

No comments:

Post a Comment